oleh

32.249 Orang di Maluku Utara Menganggur, Pengangguran Terbuka Naik 4,57 persen

MALUSATU,TERNATE-Sebanyak 32.249 orang di Maluku Utara tercatat menganggur pada Agustus 2026. Terdapat jumlah angkatan kerja sebanyak 705.237 orang, sedangkan jumlah penduduk bekerja sebanyak 672.988 orang.

Dari total angkatan kerja 705.237 orang, yang bekerja hanya 672.988 orang. Tingkat Pengangguran Terbuka naik tipis menjadi 4,57 persen.

Kesenjangan partisipasi kerja masih lebar. TPAK laki-laki 82,42 persen, jauh di atas TPAK perempuan yang hanya 53,34 persen.

Dalam rillis BPS Maluku Utara yang disampaikan Harim Arrosid selaku Plt Kepala BPS Malut di Ternate, 5 November 2026 menyebutkan, berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), jumlah angkatan kerja pada Agustus 2026 turun 341 orang dibanding Agustus 2025.

Sementara penduduk bekerja pada Agustus 2026 tercatat sebanyak 672.988 orang, turun sebesar 468 orang dibandingkan Agustus 2025 yang mencapai 673.456 orang.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2026 tercatat sebesar 4,57 persen, naik sebesar 0,02 persen poin dibandingkan TPT Agustus 2025 sebesar 4,55 persen.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada Agustus 2026 turun sebesar 1,19 persen poin menjadi 68,38 persen, dibanding TPAK Agustus 2025 sebesar 69,57 persen.

Berdasarkan jenis kelamin, pada Agustus 2026, TPAK laki-laki sebesar 82,42 persen, lebih tinggi dibanding TPAK perempuan yang sebesar 53,34 persen.

Dibandingkan Agustus 2025, TPAK laki-laki dan perempuan turun masing-masing sebesar 1,43 persen poin dan 0,95 persen poin.

Dari sisi status pekerjaan, proporsi pekerja yang merupakan pekerja informal sebesar 63,93 persen, sedangkan sebesar 36,07 persen merupakan pekerja formal.

Sebaran pekerja menurut lapangan usaha didominasi oleh penduduk yang bekerja di sektor Industri Pengolahan, yaitu sebesar 25,17 persen.

Terdapat sebesar 37,95 persen pekerja yang bekerja tidak penuh atau jam kerja kurang dari 35 jam dalam seminggu terakhir, terdiri dari 7,94 persen setengah penganggur dan 30,01 persen pekerja paruh waktu. (red).

Bagikan

Komentar

News Feed