SANANA-Rencana pelaksanaan Festival Tanjung Waka yang akan digelar pada Desember nanti, mendapat penolak dari Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Sulabesi Timur (IPPMST).
Menangapi hal tersebut Kepala Wilayah Kecamatan (Camat) Sulabesi Tiimur Basir Umahuk menyebutkan, aksi penolakan Festival Tanjung Waka dilakukan oleh oknum sepihak. Dia mengaku sangat mengetahui serta memahami masyarakat wilayah tersebut.
“Melalui pendekatan-pendekatan saya rasa masyarakat sangat paham dan hampir 100 persen masyarakat mendukung. Sedangkan yang tidak mendukung ini, justru notabennya warga setempat yang tidak berada di tempat atau jauh dari Kepuluan Sula,”kata Basir kepada malutsatu.com Jumat (26/11/2021) malam.
Basir juga bilang terkait permasalahan jembatan kali Baleha Pemerintah Daerah tidak akan tinggal diam. Untuk itu dirinya mengajak masyarakat agar sama-sama menyukseskan Festival Tanjung Waka yang digelar pada bulan Desember mendatang.
“Saya mengajak kepada semua masyarakat mari kita lihat sama-sama dan kita harus mencari akar permasalahan agar kita akan paham yang dikhawatirkan. Jangan sampai ditunggangi kepentingan-kepentingan lain yang malah menyusahkan,”ajaknya.
Untuk diketahui aksi penolakan Festival Tanjung Waka dilakukan oleh Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Sulabesi Timur (IPPMST) Mereka menuntut Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula, segera menyelesaikan jembatan kali baleha, Kecamatan Sulabesi Timur.
Jika jembatan kali Baleha tidak dituntaskan maka Festival Tanjung Waka dipastikan tidak bisa dilaksanakan. Sebab, jalan menuju Tanjung Waka harus melewati jembatan kali Baleha. (mit)






Komentar