TERNATE,MSC-Penanganan penyebaran Corona Virus (Covid-19) di Provinsi Maluku Utara, masih sangat terkendala dengan kecepatan mengetahui hasil uji laboratorium sample atau spacimen.
Akibatnya banyak pasien dalam pengawasan (PDP) status yang ditangani tim dokter gugus tugas Provinsi Maluku Utara, bimbang menunggu hasil uji tersebut. Sebab selama hasil uji belum diterima PDP masih tetap mejalani isolasi diRSUD Chasan Bosoirie Ternate.
Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Kesehatan terdapat laboratorium memiliki fungsi surveilans untuk sebagai jejaring laboraturium pemeriksaan coronavirus disease 2019 (Covid-19), Maluku Utara menggunakan Litbangkes Jakarta.
Untuk kawasn timur Indonesia hanya Maluku Utara yang uji sampelnya di Jakarta, untuk Sulawesi dan Gorontalo pemeriksaannya di Makasaar Manado yang langsung dilakukan uji di Manado dan Makassar.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, dr Idhar Sidi Umar mengaku, Maluku Utara masih sangat sulit mengahdirkan laboraturium yang dapat melakukan uji atau pemeriksaaan hasil sample atau specimen Corona Virus.
Seba katanya, masih membutuhkan tenaga dan fasilitas yang cukup rumit karena ada berbagai persyaratan di dalamnya. “Kita masih sangat sulit megadakan itu, kalau tidak ada syarat dan ketentuannya saya pikir kita langsung pengadaan itu,”ungkap Idhar Sidi Umar kepada malutsatu, Jumat (03/04/2020).
Idhar mengakui, lamanya PDP menanti hasil uji laboartorium membuat jenuh PDP sendiri, sebab berminggu-minggu baru diketahui hasilnya. Bahkan melewati masa isolasi 14 hari hasil uji belu, juga diterima.
Persoalannya nanti, kata Idhar jika semua orang yang masuk dalam daftar orang dalam pengawasan dilakukan karatina juga ikut uji spacemen, kita akan menunggu hasil pemeriksaan spacimen lama apalagi dengan jumlah orang banyak.
Sepeerti yang terjadi untuk hasil uji dua kali untuk pasien positif Corona di Maluku Utara, sampai saat ini kedua hasilnya belum juga diterima gugus tugas provinsi Maluku Utara. (red)










Komentar