MALUTSATU,OBI-Hasil panen padi di Pulau Obi mengalami kenaikan dua kali lipat, dimana hasil panen padi di daerah yang dikenal dengan pertambangan nickel tersebut di atas rata-rata nasional yang umumnya berkisar 5 ton per hektar.
Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba menegaskan, keberhasilan pencapaian hasil panen oleh petani di Pulau Obi mematahkan anggapan bahwa wilayah Obi sulit dikembangkan untuk pertanian padi.
“Apa yang selama ini identik dengan daerah lain, hari ini terbukti hadir di Obi dan memberikan manfaat nyata, ujar Bupati Bassam saat menggelar panen raya padi sawah seluas 12 hektare sawah di Desa Buton, Kecamatan Obi, Jumat, 23 Januari 2026.
Seperti diketahui, kolaborasi antara Harita Nickel dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) dalam memperkuat ketahanan pangan lokal membuahkan hasil positif, dengan dilakukan panen raya padi sawah seluas 12 hektare.
Menurut Bassam, dengan proyeksi peningkatan produktivitas yang signifikan dengan adanya padi sawah di desa Buton, menunjukkan potensi besar yang berkontribusi pada ekonomi lokal.
Ia menekankan bahwa sinergi pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha adalah kunci dalam penyediaan infrastruktur dan pendampingan petani.
Pemerintah daerah, kata Bupati Bassam berkomitmen mendukung pengembangan pertanian sawah melalui penguatan infrastruktur pendukung, penyediaan sarana dan prasarana pertanian, serta pendampingan berkelanjutan kepada petani guna meningkatkan produktivitas.
Sebelum dilaksanakan panen raya telah dilakukan pengubinan oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Obi bersama petani dan tim Community Development Harita Nickel dengan hasil produktivitas 8 Ton/Ha.
Plt Kepala Dinas Pertanian Halmahera Selatan, Suyatmi Aljogja, memaparkan data kenaikan hasil panen lebih dari 2 kali lipat dibanding musim sebelumnya. Dan menurutnya hasil panen tersebut di atas rata-rata nasional yang umumnya berkisar 5 ton per hektar.
“Peluang pengembangan masih sangat besar mengingat Desa Buton memiliki potensi lahan sawah hingga 100 hektare yang belum tergarap optimal,” jelas Suyatmi.
Menurutnya capaian tersebut berhasil diraih berkat kolaborasi dengan perusahaan, dukungan yang memadai dalam hal pendampingan teknis, pemanfaatan sarana produksi, serta peningkatan kapasitas petani.
Selain itu pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan juga menyerahkan bantuan mesin perontok padi (thresher) guna efisiensi pascapanen.
Pertanian Berkelanjutan
Peningkatan ini tidak lepas dari dukungan Harita Nickel melalui program Sentra Ketahanan Pangan Obi (SENTANI). Community Development Superintendent Harita Nickel, Suryo Aji, menjelaskan bahwa program ini melibatkan 28 anggota aktif dari 2 Kelompok Tani Akemoriri dan Poktan Batu Putih, Koperasi Milenial Obi dan Pemerintah Desa Buton.
“Panen raya ini bukti ketekunan dan kerja keras petani. Pengukuhan Kelompok Tani Milenial adalah tanda harapan dan regenerasi, dan tanam perdana adalah simbol masa depan pertanian yang berkelanjutan. Kami percaya kolaborasi lintas sektor akan menjadikan pertanian sebagai penggerak kesejahteraan berkelanjutan,” katanya.
Sebagai langkah strategis menjaga keberlanjutan, dilakukan pula pengukuhan Kelompok Tani Milenial. Sebanyak 17 pemuda dari Desa Buton, Jikotamo, dan Akegula dikukuhkan untuk menjadi motor penggerak regenerasi petani di Pulau Obi.
Kegiatan Panen Raya ditutup dengan prosesi panen bersama serta penanaman perdana padi sawah sebagai simbol keberlanjutan musim tanam berikutnya. Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Harita Nickel berharap sektor pertanian di Halmahera Selatan dapat terus berkembang, berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (red)








Komentar