SANANA-Jaringan internet masih menjadi kendala bagi para siswa di Kecamatan Mangoli Timur, Kabupaten Kepulauan Sula. Dan untuk mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) para siswa harus menyeberang laut.
Hal ini terjadi saat siswa SMP Negeri 4 Satu Atap Desa Kou, Kecamatan Mangoli Timur untuk mengikuti pelaksanaan ANBK, siswa dan gurunya harus berjuang melewati lautan dengan menggunakan transportasi laut dengan memakan waktu kurang lebih 1 Jam, untuk mendapatkan akses jaringan internet.
Kaur kesiswaan SMP Negeri 4 Satap Hatim Teapon ditemui mengatakan, proses kegitan pelaksanaan ANBK siswa di SMP Negeri 4 Satap dilaksankan di Kota Sanana, sehingga siswa dan guru harus melewati laut kurang lebih satu menggunakan perahu.
“Untuk pelaksanaan ANBK di sekolah sebanyak 13 siswa dan para gurun harus ke kota Sanana menyeberang laut menuju Sanana. Meskipun ada kendala angin tapi Alhamdullah, kita tiba di Sanana dengan selamat dan hari ini, (Senin) para siswa mengikuti ujian ANBK berlokasi di SMP 2 Negeri Sanana,”ujar Hatim.
Hatim juga menyampaikan terkait dengan pelaksanaan ANBK yang diterapkan pemerintah agar sebagai terobosan baru guna siswa yang harus lebih berkualitas, namun pemerintah juga harus lebih memperhatikan fasiltas pendukung di sekolah.
“Kita di sekolah masih kekurangan sarana dan prasarana, misalnya akses jaringan internet dan Komputer. Jadi harapannya semoga sekolah yang belum ada akses jaringan Internet serta lainnya menjadi perhatian khusus bagi pemerintah pusat maupun daerah,”sebutnya.
Irawan Duwila salah satu pemerhati pendidikan juga menilai ANBK dirancang tidak hanya sebagai pengganti UN dan Ujian Sekolah berstandar Nasional, tetapi jika dilihat dari implementasi penerapannya di Kabupaten Sula masih mempersulit anak-anak yang melaksanakan ANBK.
“Kami di Sula anak-anak yang tinggal di Pulau Mangoli bahkan di Sulabesi bagian Barat yang belum mendapat akses jaringan internet harus ke kota Sanana dan itu melewati jalur laut dan beberapa jalur darat. Sehingga anak-anak harus membuang waktu dan biaya lebih banyak untuk dapat mengikuti ANBK,”kata Irawan.
Dengan demikian Irawan berharap Pemerintah Pusat dalam hal ini Kemendikbud Ristek dapat mempertimbangkan kendala yang dihadapi dalam proses pelaksanaan ANBK bagi wilayah pulau-pulau dan terpencil seperti di Sula,”pintahnya. (mit)






Komentar