SANANA-Wa Ode Rahmawati (39) warga asal Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, hanya bisa terbaring lemah di atas kasur Rumah Sakit Umum Daerah Sanana, pasca vaksinasi dosis kedua COVID-19.
Ibu rumah tangga ini, melakukan vaksinasi dosis ke dua sebagai syarat akan berangkat ke tempat ke Bau-Bau. Ia juga diketahui mengidap penyakit kangker payudara, namun tim Vaksinator memperbolehkan Ibu 39 tahun ini agar ikut vaksin.
“Awalnya istri saya juga sudah sampaikan ke petugas vaksinator kalau dia itu mengalami penyakit kangker payudara. Namun, petugas itu sampaikan tidak apa-apa sehingga istri saya pun ikut di vaksin,”kata Rizal, suami Wa Ode Rahmawati saat ditemui wartawan di RSUD Sanana, Jumat (18/2/2022).
Rizal, menceritakan setelah menerima Vaksinasi Covid-19 di gerai vaksin Polres Kepulauan Sula, pada tanggal 11 Desember 2021 lalu. Istrinya mulai mengalami gejala-gejala sakit selama tiga hari dan lahirnya istrinya mulia mengalami kelumpuhan.
“Setelah vaksin, istri saya sudah mulai mengalami berat badan dan merasa lemas. Menjelang tiga hari, kedua kaki istri saya sudah tidak lagi bisa bergerak,”tambahnya.
Bahkan Rizal menuturkan saat, istrinya mengalami kelumpuhan tidak mendapatkan perawatan medis selama dua bulan, karena keterbatasan biaya. Hingga pada Rabu 16/2/2022) kemarin barulah istrinya dilarikan ke RSUD Sanana.
“Selama dua bula istri saya hanya dirawat di salah satu kos-kosan di Desa Fogi, Kecamatan Sanana. Tidak sempat dirawat ke RSUD karena kami tidak punya biaya. Apalagi saya juga masih di tahanan Lapas Klas II B Sanana. Nah, setelah saya bebas dari tahanan Rabu, (16/2/2022) kemarin, baru saya bawa ke RSUD,”ungkapnya.
Atas kejadian ini, Rizal berharap agar mendapatkan perhatian dari Pemda Kabupaten Sula atau Dinas Kesehatan. “Saya berharap Dinas Kesehatan dapat menangani dan mengobati istri saya hingga sembuh,”harapnya.
Terpisah kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sula, Suryati Abdullah saat dihubungi wartawan melalui WhatsApp mengatakan, dirinya menyarankan kepada keluarga Wa Ode Rahmawati untuk dirawat di RSUD Sanana agar dapat memastikan Informasi penyakit yang dialaminya. “Saya sarankan untuk di bawa ke rumah sakit untuk diperiksa, karena pasien ada luka di payudara dan itu belum tau tumor ganas atau jinak,”singkat Suryati. (red)







Komentar