oleh

Maluku Utara Kini Akan Miliki Tiga Pahlwan Nasional

TERNATE-Tahun ini pemerintah kembali melakukan penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada lima tokoh terpilih yang diseleksi berdasarkan usulan masyarakat pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 2022. Salah satu ialah Salahuddin bin Talabuddin, atau yang lebih dikenal Haji Salahuddin.

Salahuddin adalah sosok pejuang kemerdekaan yang gigih mengabdikan dirinya untuk mempertahankan kemerdekaan Indoensia. Di umurnya yang ke-54, dia bergabung dalam organisasi Sarekat Islam Merah (SI-Merah). Terlahir dari sebuah desa terpencil di Maluku Utara, tepatnya di Desa Gemia, Patani, Halmahera Tengah, sekitar 148 tahun silam.

Hingga akhirnya pada Juni 1948, Haji Salahuddin dijatuhi hukuman mati. Setelah sebelumnya ditangkap dan diadili di Pengadilan Negeri Ternate. Dia dieksekusi mati di depan regu tembak di lapangan tembak Skip Ternate dan jasad almarhum pun dikebumikan di pekuburan Islam Ternate.

Sebelumnya, Sultan Nuku oleh Pemerintah Republik Indonesia memberikan gelar Pahlawan Nasional sebagai penghargaan untuk jasa-jasanya, Sultan Nuku dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan SK Presiden RI No. 071/TK/1995, pada 7 Agustus 1995.

Sultan Nuku adalah putra kedua Sultan Tidore, Sultan Jamaludin. Dia dilahirkan pada 1738. Nama kecilnya adalah Kaicil Syaifuddin. Dia merupakan sultan dari Kesultanan Tidore yang dinobatkan pada tanggal 13 April 1779, dengan gelar “Sri Paduka Maha Tuan Sultan Saidul Jehad el Ma’bus Amiruddin Syah Kaicil Paparangan”.

Sebagai seorang sultan, sejak 1781 Nuku secara aktif melakukan perlawanan terhadap Belanda. Hal ini dilakukannya karena tidak senang dengan intervensi VOC dalam pengangkatan calon penerus Kerajaan Tidore. Karena  cenderung menentang kehadiran Belanda maka dianggap ancaman oleh Belanda.

Setelah Nuku, Pemerintah juga memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Sultan Baabullah. Penguasa Kesultanan Ternate 1570–1583, memperoleh gelar Pahlawan Nasional secara resmi pada 10 November 2020.

Sultan Baabullah adalah sultan ke-7 dan penguasa ke-24 di Kasultanan Ternate Maluku. Dalam sejarah Kesultanan Ternate, Baabulah dianggap sultan paling spektakuler karena mampu menaklukkan dan mengusir penjajah Portugis pada 15 Juli 1575.

Sultan Baabullah lahir di Ternate, Maluku Utara 10 Februari pada 1528 silam. Ia merupakan putra dari Raja Ternate Sultan Khairun dan permaisurinya Boki Tanjung. Sejak kecil, Baabullah sudah dikenal sebagai sosok yang pemberani dan bertanggung jawab. Keputusan tersebut berlandaskan pada perjuangannya melawan penjajahan yang dilakukan Portugis. (red)

Bagikan

Komentar