MALUTSATU-Malut United kembali menore catatan tim tak terkalahkan dalam 11 laga setelah berbagi angka dengan PSBS Biak di stadion Gelora Kie Raha pada Jumat, 18 April 2025.
Tim tamu PSBS Biak datang dengan misi balas dendam setelah pada laga putaran pertama di stadion wayan dipta Malut United menang 3-1 atas PSBS Biak pada desember 2024 lalu.
Meskipun Malut United tampil dominan dengan unggul 57 persen dalam penguasaan bola. Namun, mereka hanya mencatatkan 2 tembakan tepat sasaran dari 8 percobaan.
Unggul lebih dulu membuat tim berjulukan Badai Pasifik lantas bermain bertahan. Gol tim tamu dicetak oleh Pablo Arganaraz pada menit ke-15, dan kedudukan tersebut bertahan hingga usai babak pertama.
Memasuki babak kedua, anak asuhan Imran Nahumaruri lebih intens menyerang dan bermain terbuka. Laskar Kie Raha baru menyamakan kedudukan pada menit ke-72 lewat Diego “Chino” Martinez. Skor 1-1 bertahan hingga akhir pertandingan.
Hasil tersebut membuat Malut United masih kokoh di peringkat 4 klasemen sementara dengan 47 poin, sedangkan PSBS Biak naik ke peringkat 9 klasemen sementara dengan membukukan 41 poin.
Pelatih PSBS Biak Marcos Samso pada sesi jumpa pers usai laga mengaku bahwa timnya layak menang.
“Tapi yang perlu saya garis bawahi seharusnya kami yang menang, kita unggul lebih, tapi diakhir laga Malut bisa samakan skor,”tegas pelatih kebangsaan Argentina seraya menambahkan prinsipnya anak asuhnya main bagus, begitu juga Malut United.
Sedangkan pemain PSBS Biak, Fabiano Beltrame mengaku kecolongan di babak akhir pertandingan sehingga Malut United mampu menyamankan kedudukan.
Mantan bek Persija Jakarta ini memgakui, pemain Malut United memiliki kecepatan dan skill yang bagus. Bahkan kata Fabiano lini depan Malut United tak henti-henti mengancam barisan pertahanan timnya.
“Awalnya kita main bagus, kita cetak gol dulua, lini depan Malut bagus, tapi apa pun hasilnya kita syukuri. Tapi itulah sepakbola, kita malah kecolongan di menit akhir,” tutur Fabiano dalam sesi jumpa pers.
Secara terpisah Pelatih Malut United, Imran Nahumarury, mengakui strategi bertahan PSBS cukup membuat timnya mengalami kesulitan.
Pelatih asal Tulehu itu mnegakui, hasil bersama PSBBS Biak menjadi pembelajaran berharga untuk para pemain ke depannya agar bisa lebih fokus.
“Di awal babak pertama, para pemain kami bermain terlalu ke bawah. Tetapi, di babak kedua kami coba lakukan beberapa pergantian pemain dan perubahan strategi yang akhirnya membuahkan hasil”, ujanya.
Imran Nahumaruri mengaku, hal ini menjadi pembelajaran berharga bagi Malut United untuk menghadapi tim yang bermain dengan compact defense. Dan akan dilakukan evaluasi.
“Saya harap pemain bisa belajar dari laga ini bahwa tiap pertandingan berbeda dan mereka harus selalu siap. Jika kami hanya siap untuk satu atau dua pertandingan, tim lain memiliki motivasi lebih tinggi untuk mengalahkan kami,”tegas Imran Nahumaruri. (red)








Komentar