MALUTSATU,TERNATE-Pelaksanaan Penilaian Sumatif Kelulusan (PSK) berbasis komputer di SMK Negeri 2 Kota Ternate yang dimulai sejak, Senin, 21 April 2025. Sebanyak 343 siswa dari 11 Konsentrasi Keahlian mengikuti ujian yang dijadwalkan berlangsung hingga 28 April 2025 ini.
Kepala Bidang (Kabid) SMK Dikbud maluku Utara, Damrudin menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian ini diharapkan sejalan dengan visi dan misi Gubernur Maluku Utara dalam memajukan pendidikan di Maluku Utara ke depan.
“Kami dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara sangat mendukung pelaksanaan Penilaian Sumatif Kelulusan (PSK) berbasis komputer ini. Kami berharap ujian ini dapat berjalan lancar dan menghasilkan lulusan yang kompeten, sesuai dengan visi misi Ibu Gubernur untuk pendidikan Maluku Utara yang lebih baik,” ujar Damrudin.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SMK 2 Ternate, Mustafa Muhammad di hadapan para pengawas silang eksternal SMK Kota Ternate menekankan, pentingnya integritas dan kesungguhan siswa dalam mengerjakan soal.
Menurut Mustafa sebagaimana laporan Panitia Panitia Ujian, Ikhsan Wahyudi untuk seluruh persiapan telah matang dan 343 siswa dari 11 konsentrasi keahlian siap mengikuti ujian tahun ini.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana (Wakasek Sapras), Mufajri Lasaihi, di lokasi terpisah menyampaikan kesiapan infrastruktur pendukung ujian dan memastikan bahwa seluruh fasilitas, termasuk ruangan ujian dan perangkat komputer berupa tablet Android, telah siap didistribusikan dan digunakan oleh peserta selama pelaksanaan Penilaian Sumatif Kelulusan (PSK).
“Seluruh sarana dan prasarana telah kami siapkan dengan baik. Kami berharap para siswa dapat menggunakan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya sehingga pelaksanaan Penilaian Sumatif Kelulusan (PSK) berbasis komputer ini dapat berjalan dengan efektif dan efisien,” kata Mufajri Lasaihi.
Pelaksanaan Penilaian Sumatif Kelulusan (PSK) berbasis komputer ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas penilaian dan mempersiapkan lulusan SMK Negeri 2 Kota Ternate yang lebih kompetitif di era digital. Kehadiran pengawas eksternal dan perhatian dari Dikbud Maluku Utara semakin menegaskan pentingnya ujian ini bagi kualitas pendidikan vokasi di Ternate. (red)







Komentar