MALUTSATU,TERNATE-Untuk memantapkan program kerja dan kegiatan anggaran sekolah dalam setahun, SMK Negeri 2 Kota Ternate, pada Senin, 28 September 2026 menggelar Rapat Kerja (Raker) Penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS) SMK Negeri 2 Ternate tahun anggaran 2027.
Raker yang berlangsung di ruang rapat SMK 2 Ternate dengan skema atau skenario berdasarkan analisis Rapor Pendidikan selain melibatkan Kepala Sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, Komite Sekolah serta Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMK Negeri 2 Ternate, Mustafa Muhammad pada kesempata tersebut menyampaikan, Penyusunan RKT dan RKAS adalah agenda tahunan penting untuk merencanakan program kerja, anggaran biaya, dan kegiatan belajar mengajar sekolah.
Menurut Kepsek Mustafa, Penyusunan RKT dan RKAS berbasis data dan berdasarkan analisis Rapor Pendidikan tahun sebelumnya. Sehingga kata Mustafa apa yang menjadi kekurangan tahun sebelumnya ke depannya bisa jadi titik awal untuk melakukan perubahan-perubahan yang lebih baik.
“Bagaimana kita sama-sama melihat Raport Pendidikan itu kemudian kita lakukan perencanaan yang menjadi aktivitas dalam satu tahun itu berdasarkan hasil Rapor Pendidikan,”pintah Mustafa.
Dalam perencanaan kata Mustafa Muhammad, melibatkan pihak Komite Sekolah Dunia Usaha dan Dunia Industri selain menerima masukan dari pihak orang tua yang diwakili komiet sekolah kota juga mendapatkan masukan dari dunia usaha dan dunia industri.
Penting bagi sekolah kata Mustafa keterlibatan dunai Usaha dan Industri agar memberikan masukan terkait dengan bagaimana program-program yang seharusnya dilakukan di Sekolah terutama berakiatan dengan kebutuhan dunia industri.
“Kita butuh masukan kebutuhan-kebutuhan industri apa yang lakukan di dunia industri itu yang bisa dikolaborasikan dengan perencanaan yang dilakukan sekolah,”ujar Mustafa.
Pada kesempatan itu Kepsek Mustafa berharap dalam penyusunan kegiatan ada yang belum terakomodir karena harus mempertimbangkan kebijakan anggaran yang tersedia, sehingga dibutuhkan skala prioritas.
Selain itu katanya, tidak semua kegiatan harus berbasis anggaran bahwa ada perencanaan-perencanaan kegiatan yang lain itu sifatnya tidak memerlukan anggaran. Misalnya peningkatan mutu, masih bisa menggunakan ruang-ruang belajar seperti ruang guru dan lain sebagainya.
Diakhir sambutanya, Mustafa menyampaikan, kehadiran Komite Sekolah memastikan bahwa kebijakan yang diambil oleh sekolah tidak hanya berpihak pada regulasi internal, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari masyarakat dalam hal ini orang tua dan pengakuan dari sektor industri (IDUKA). Sinergi ini menciptakan ekosistem pendidikan yang akuntabel dan berorientasi pada masa depan siswa. (red)








Komentar