MALUTSATU,TERNATE- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara merilis ekspor Provinsi Maluku Utara mencapai US$ 13,35 Miliar atau mengalamai kenaikan menembus angka 26, 74 persen.
Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara, Harim Arrosid, menyampaikan perkembangan ekspor Maluku Utara pada Press Release Berita Resmi Statistik, Senin (2/11/2026).
Harim Arrosid memaparkan, kinerja ekspor Maluku Utara masih menunjukkan tren positif.
“Nilai ekspor Maluku Utara pada September 2026 mencapai US$ 1,57 miliar. Ini naik 14,29 persen dibandingkan September 2025 yang sebesar US$ 1,37 miliar,” ujar Harim.
Secara kumulatif, lanjut Harim, nilai ekspor periode Januari hingga September 2026 mencapai US$ 13,35 miliar, meningkat 26,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar US$ 10,53 miliar.
Harim merinci menurut komoditas, dimana Besi dan Baja (HS 72) menjadi penopang utama dengan nilai US$ 7,29 miliar, berkontribusi 54,66 persen terhadap total ekspor kumulatif. Dibandingkan periode Jan-Sep 2025 sebesar US$ 6,81 miliar, naik 7,02 persen.
Sedangkan, Nikel dan Barang dari Nikel (HS 75) menyumbang US$ 4,49 miliar atau 33,65 persen, melonjak 40,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 3,18 miliar.
“Tiongkok menjadi negara tujuan utama dengan porsi 90,11 persen atau senilai US$ 12,03 miliar, meningkat dari US$ 10,04 miliar tahun lalu. Komoditas utama ke Tiongkok adalah besi dan baja, nikel, dan bahan kimia anorganik,” jelas Harim.
Posisi kedua ditempati Jepang senilai US$ 247,92 juta atau 1,86 persen, dengan komoditas utama nikel dan aluminium. Disusul Korea Selatan dengan porsi 1,77 persen. (red)






Komentar