TERNATE,MSC-Kelurahan Akehuda Kota Ternate Utara sudah menjadi kluster baru Covid-19 di Kota Ternate. Dari 85 pasien terkonfirmasi positif di Provinsi Maluku Utara kota Ternate terdapat 48 orang, dan 7 orang diantaranya berasal dari kelurahan Akehuda.
Juru bicara Gustu Covid-19 Provinsi Maluku Utara, dr. Alwia Assagaf dalam konferensi pers di Media Center Sahid Hotel mengatakan, kelurahan Akehuda sudadah menjadi kluster baru Civdi-19 di Kota Ternate dengan jumlah pasien terbanyak di Kota Ternate.
“Kelurahan Akehuda sudah jadi kluster baru dengan jumlah pasien terbanyak di Ternate dan itu merupakan hasil transmisi local,”katanya.
Menurut Alwia Assagaf yang juga Ketua Wilayah IDI Maluku Utara, untuk transmisi lokasl di Ternate sudah masuk pada tahapan generasi kedua (G2) yakni pasien dari hasil penyelidikan diketahui bahwa jumlah kasus di Ternate merupakan kasus yang mempunyai riwayat paparan berupa kunjungan ke wilayah-wilayah yang dianggap sebagai zona merah yakni, pulang kunjungan dari luar daerah lain di Indonesia.
“Penularan kasus dari generasi pertama (G1) ke generasi kedua (G2), merupakan bukti telah terjadinya penularan lokal di wilayah Kota Ternate. Penularan G1 ke G2 telah terjadi di Kelurahan Akehuda,” katanya.
Menanggapi naik kasus di Kota Ternate dan sudah masuk pada tahapan transmisi local, Diretur LSM Rorano Maluku Utara, Asghar Saleh meminta, sduah harus ada tindakan serius dengan membuat zonasi pengamanan untuk kecamatan yang belum ada kasus seperti di kecamatan Ternate Barat, Pulau Ternate, Moti, Hiri dan Pulau Batang Dua.
“Bikin penjagaan di pintu masuk batas wilayah. Tingkatkan skrining tanpa kecuali untuk aktifitas siang hari. Periksa suhu tubuh di pintu masuk, jika suhu tinggi disarankan ke layanan kesehatan,”saran Asghar Saleh.
Selain itu kata Asghar Saleh, berlakukan jam malam mulai pukul 22. 00 WIT tak ada lagi lalu lintas kecuali untuk darurat kesehatan. Di siang hari, setiap orang yang masuk baik pendatang maupun penduduk lokal wajib masker. (red)








Komentar