oleh

Pasien Meninggal Asal Kayoa, Diduga Lolos Rapid Test Penumpang Dorolonda

TERNATE,MSC-Satu masyarakat asal Desa Bajo Guruapin, Kecamatan Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) inisial RMN (45), yang meninggal dunia saat dirujuk ke RSUD Labuha, Kamis (30/4/2020) pagi, diduga merupakan salah satu penumpang KM Dorolonda yang lolos dari pemeriksaan petugas di Pelabuhan A. Yani Ternate beberapa waktu lalu.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni, Yahya Kuncoro, dalam keterangannya, Jumat (17/4/2020) lalu menyebutkan, pemeriksaan dilakukan petugas pada Kamis (16/4) di Pelabuhan Ternate. Ada 259 penumpang dan 134 ABK KM Dorolanda yang menjalani pemeriksaan kesehatan.

BACA :https://www.malutsatu.com/2020/05/02/sebanyak-4-kali-km-dorolonda-ke-ternate-pasien-covid-19-bertambah/

Sementara data yang diperoleh pada saat itu, dilakukan rapid test hanya 167 didalamnya 259 ABK KM Dorolonda sisanya penumpang. Sedangkan jumlah penumpang 134 dan ABK sebanyak 259 total jumlah 393 orang. Artinya, 226 penumpang yang tidak dilakukan Rapit test.

Dari haswil rapid test yang dilakukan KKP Ahmad Yani Ternate terdapat 21 Reaktif tediri dari 19 ABK dan 2 warga salah satunya Rustam yang kabur dari RSU serta satu lagi dari Morotai yang saat ini terkonfiramsi Positif Covid-19.

Almarhum RMN merupakan salah satu penumpang yang tidak dilakukan Rapit Test atau lolos kabur saat itu. Setelah itu RMN kabur ke kampong halamannya di Desa Bajo Guruaping Kayoa.

Kemudian RMN sakit dan dirujuk ke RSUD Labuha dilakukan rapid test dengan hasil reaktif dan yang bersangkutan meninggal karena terindikasi positif COVID-19, dan dilakukan pemakaman secara protap Covid-19 di Perkuburan Umum Desa Amasing Kali, Kecamatan Bacan, pukul 20.30 WIT Kamis (30/4/2020) malam.

“Pertimbangan secara portokol tim Gugus Tugas langsung melakukan pemakamaan terhadap jenazah dengan protokol kesehatan di Bacan,”kata sekretaris Gugus Tugas Kabupaten Halsel, Daud Djubaedi saat dikonfirmasi. (red)

Bagikan

Komentar