WASILE,MSC-Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan Wasile Timur, Kabupaten Halmahera Timur, sosialisasi pengawasan partisipatif dan Netralitas ASN, TNI/Polri, Kepala Desa dan Perangkat Desa. Ini menjelang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) 9 Desember mendatang.
Sosialisasi pengawasan partisipatif dengan cara turun ke jalan bersama dengan Panwaslu Kelurahan/Desa (PKD) di 8 Desa yang dipusatkan di depan Pasar Desa Akedaga dan Tugu Tani.
Ketua Panwaslu Kecamatan Wasile Timur Haltim, Khoirul Anam, S.Pd, M.Pd mengatakan, kegiatan orasi pengawasan partisipatif itu memprioritaskan pada empat isu yaitu, menjaga netralitas ASN, TNI/Polri, Kepala Desa Perangkat Desa guna mencegah pelanggaran kampanye hitam.
“Ini juga dalam rangka prncegahan pelanggaran politik uang serta pelanggaran politik sara dan hoax,”kata, Khoirul.
Sementara itu Koordinator Devisi PHL Panwaslu Wasile Timur Bahsar Harisun mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya pencegahan yang dilakukan Panwaslu, agar tidak ada ASN, TNI/Polri, Kepala Desa dan Perangkat Desa yang terlibat dalam politik praktis pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Haltim Tahun 2020.
“Kegiatan ini adalah langkah pencegahan, agar saatnya nanti tidak ada lagi yang terlibat politik parktis,”kata, Bahsar.
Lanjut zhar, sapaan akrab Kordiv PHL Haltim mengatakan, ada tiga hal yang akan dilakukan Panwaslu Kecamatan Wastim yaitu mencegah, mengawasi dan menindak. Apabila sudah melanggar larangan, maka oknum tersebut akan ditindak.
Dia menambahkan, kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif adalah upaya meningkatkan angka patisipasi masyaraka agar Pilkada Haltim berlangsung damai dan berkualitas.
“Kita juga menghimbau kepada masyarakat pada satu sikap yakni tolak politik uang dan lawan isu sara, sehingga Pilkada Haltim dihelat pada 9 Desember 2020 memampu melahirkan pemimpin yang berintegritas,”tutupnya.(can).






Komentar