oleh

IPM Maluku Utara Mencapai 68,76, Ternate Masih Tertinggi

TERNATE-Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara menyebutkan, Pembangunan manusia di Maluku Utara terus mengalami kemajuan. Meningkatnya capaian IPM tahun 2021 disebabkan oleh meningkatnya seluruh dimensi penyusunnya yang tumbuh positif.

“IPM Maluku Utara meningkat dari 62,79 pada tahun 2010 menjadi 68,76 pada tahun 2021. Selama periode tersebut, status pembangunan manusia Maluku Utara berada pada level “sedang”, ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara Aidil Adha seperti dalam laporan di laman resmi BPS Malut.

Dikatakan, selama 2010 hingga 2021, IPM Maluku Utara tercatat mengalami pertumbuhan tertingginya pada tahun 2019 meningkat dari 67,76 pada tahun 2018 menjadi 68,70 pada tahun 2019 atau tumbuh 1,39 persen.

“Sebaliknya pada tahun 2020, IPM Maluku Utara pertama kali mengalami kontraksi sebesar 0,31 persen. Hal ini disebabkan adanya pandemi COVID-19 yang telah membawa perubahan dalam pencapaian pembangunan manusia di Maluku Utara,”sebut Aidil Adha.

Namun, seiring dengan membaiknya kondisi sosial ekonomi kata Aidil Adha, IPM Maluku Utara di tahun 2021 tercatat sebesar 68,76 atau tumbuh 0,39 persen, meningkat dibandingkan pertumbuhan tahun sebelumnya. Dengan capaian ini, rata-rata pertumbuhan IPM tahun 2010-2021 menjadi sebesar 0,83 persen per tahun.

Pencapaian Pembangunan Manusia di Tingkat Provinsi

Seiring dengan meningkatnya IPM Maluku Utara, pada tahun 2021 seluruh Kabupaten/Kota di Maluku Utara juga mengalami peningkatan IPM. Tidore Kepulauan mengalami peningkatan IPM terbesar, pada tahun 2020 IPM Tidore Kepulauan mencapai 70,53 dan pada tahun 2021 meningkat menjadi 70,99.

Dari sisi perbandingan antar Kabupaten/Kota, tidak terjadi perubahan yang signifikan dalam kategori capaian dan peringkat di masing-masing Kabupaten/Kota. Urutan IPM terendah masih ditempati oleh Kabupaten Pulau Taliabu (60,73), sedangkan urutan teratas masih ditempati oleh Kota Ternate (80,14) yang sekaligus menjadikan Kota Ternate sebagai satusatunya Kabupaten/Kota dengan status capaian pembangunan manusia yang “sangat tinggi”.

Sejak tahun 2019, tidak ada lagi Kabupaten/Kota dengan status pembangunan manusia “rendah” setelah IPM Kabupaten Pulau Taliabu meningkat statusnya dari “rendah” menjadi “sedang”.  (red)

Bagikan

Komentar