TERNATE-Jumlah penderita Human Immunodeficiency virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) di Maluku Utara terus meningkat. Data Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara selama Januari hingga September tahun 2021 terdapat kasus baru HIV/AIDS di sebanyak 140 kasus.
Jumlah tersebut tersebar di 10 kabupaten dan kota, dan paling tertinggi kabupaten Halmahera Utara dan Kota Ternate. Tragisnya, penderita HIV/AIDS didominasi Ibu Rumah Tangga (IRT).
Data Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rorano Maluku Utara menyebutkan, sampai Juni 2021 terdapat 1.752 penderita HIV/AIDS di Maluku Utara. Jika dihitung dari 2015 mengalami kenaikan 588 kasus.
“Sampe Juni 2021 Malut 1752 kasus, naik hampir tiga kali lipat dibanding 2015 jumlah kasusnya 588. Tragisnya didominasi Ibu Rumah Tangan (IRT),”ungkap Direktur LSM Rorano Maluku Utara, Asghar Saleh kepada malutsatu.com, Selasa (7/12/2021) malam.
Menurut Asghar Saleh, pintu masuk penularan HIV adalah ketika terjadi pertukaran cairan tubuh, terutama darah. Contoh perilaku yang berisiko menularkan HIV antara lain hubungan seksual, pertukaran jarum suntik dan transfusi darah.
“Kalau IRT yang terkena HIV mungkin pernah melakukan perilaku berisiko tersebut atau tidak sengaja tertular dari suaminya yang melakukan perilaku berisiko di luar dengan pasangan lain yang mungin saja sudah terkena HIV/AIDS,”kata Asghar Saleh.
Sebab kata Asghar Saleh, rata-rata IRT yang bukan wanita karir. Artinya mereka cuma di rumah, kalau terinfeksi maka kuat dugaan mereka terinfeksi dari suami. Padahal IRT dalam penularan masuk kelompk rendah, tetapi kenyatan di lapangan malah IRT tertinggi. Inilah tambah Asghar Saleh untuk saling menjaga sehingga tidak tertular kepada keluarga lainnya.
Sayanya, lanjut Asghar Saleh di Maluku Utara jumlah angkanya terus meningkat, tetapi belum ada Pergub yang mengatur secara tehnis. “Malut punya Perda HIV dan AIDS. Tapi belum ada Pergub yang mengatur secara tekhnis. Akibatnya belum ada keseriusan dalam penanganan terutama dalam level kebijakan dan anggaran,”sebutnya.
Sementara itu Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Kabupaten Halmahera Utara mencatat hingga awal November 2021 tercatat sebanyak 897 kasus. Dikutip dari LKBN Antara Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Halmahera Utara, Jakob Matheis Soselisa mengatakan, jumlah kasus HIV/AIDS yang pada 2018 tercatat 629 kasus bertambah 97 menjadi 726 kasus pada 2019 dan hingga November 2021 telah menjadi 897 kasus.
Dinas Kesehatan Kota Ternate, Maluku Utara, mencatat jumlah penderita Human Immunodeficiency virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) sejak Tahun 2007 hingga sampai awal Desember 2021 ini sebanyak 641 orang.
Kadinkes Kota Ternate, Nurbaity Radjabessy kepada ANTARA di Ternate, mengatakan dari jumlah tersebut, 153 orang di antaranya sudah meninggal dunia. Saat ini pihaknya terus memberikan pelayanan, guna mencegah penularan ke orang lain. (red)









Komentar