MALUTSATU,TERNATE-Enam warga kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Maluku Utara yang menjadi korban banjir bandang yang terjadi pada Minggu, 25 Agustus 2024, belum ditemukan.
Proses pencaharian korban oleh Tim gabungan dari TNI/Polri, Basarnas, dan Pemerintah Kota Ternate dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali pada pukul 18.00 WIT, telah melanjutkannya pencaharian pada Senin, 26 Agustus 2024.
Berdasarkan keterangan yang dikeluarkan tertanggal 26 Agustus 2024 oleh Kepala Kelurahan (Lurah) Rua Ma’ruf M Saleh, dari 19 orang warga Rua yang dinyatakan meninggal dalam musiba banjir bandang terdapat enam warga korban yang belum ditemukan.
Keenam warga meninggal yang belum ditemukan Minanti Musa usia 39 tahun jenis kelamin perempuan, Ajan Roman berusia 5 tahun jenis kelamin laki-laki, Siti Hasyim usia 22 Tahun jenis kelamin perempuan, Farah Hasyim usia 19 tahun jenis kelamin perempuan, Awana Alimudin usia 64 Tahun jenis kelamin laki-laki.
Sedangkan satunya korban lain yang belum ditemukan Wan Abdulah usia 58 Tahun jenis kelamin laki-laki. Korban Wan Abdulah merupakan Kepala Kantor Agama (KUA) Kecamatan Sahu, kabupaten Halmahera Barat.
Sedangkan korban luka akibat musiba tersebut diantaranya, Rismon Latif usia 52 Tahun jenis kelamin laki-laki, Ribi Rismon usia 15 Tahun jenis kelamin perempuan, Wati Asman usia 48 Tahun jenis kelamin perempuan, M. Putra Roman usia 15 Tahun jenis kelamin laki-laki, Dewai Husen usia 38 Tahun jenis kelamin perempuan serta Wanisai usia 54 Tahun jenis kelamin perempuan.
Peristiwa banjir bandang di Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate, Maluku Utara pada Minggu, 25 Agustus 2024 menelan korban jiwa dan sejumlah rumah warga rusak parah, selain itu jalan raya yang menghubungkan di kelurahan tersebut terputus (red)








Komentar