MALUTSATU,SANANA-Sebelum meletakkan batu pertama di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanana, Menteri Budi Gunadi Sadikin sempatkan waktu menjengkuk pasien, Kamis, 17 Juli 2025.
Menteri Budi temui dua orang pasien perempuan yang berbeda yang dirawat di RSUD Sanana. Satu orang mengidap penyakit gagal ginjal kronis dan yang lainnya adalah ibu-ibu yang mengalami komplikasi yang dirawat pasca bersalin.
Di balik aksi Budi itu, ditemukan dua kekurangan alat kesehatan yang berbeda. Pertama, hemodialisis/mesin dialisis (alat cuci darah) dan laboratorium pengecekan Miom atau fibroid rahim (daging di sekitar rahim perempuan).
Menurut eks Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini, penyakit yang diidap perempuan 23 tahun yang gagal ginjal kronis itu seharusnya ditindaklanjuti dengan cuci darah.
“Orang itu seharusnya dicuci darahnya. Tapi alatnya gak ada. Nanti ada alat cuci darah di sini, “kata Budi dalam sambutannya.
Sementara perempuan yang mengidap Miom atau fibroid rahim itu, menurut Budi harusnya diambil dan diperiksa untuk memastikan daging di sekitar rahim itu kanker atau bukan. Sayangnya tidak ada laboratoriumnya.
“Pasien ke dua yang saya temukan, untung ada obgyn-nya. Miom atau fibroid rahim itu ambil harus dioprasi karena melahirkan gak bisa normal. Itu ambil harus dicek apakah kanker atau bukan. Tapi laboratorium gak ada. Keburu dikubur itu. Padahal kalau dicek, ibu itu ditreatment yang berbeda. Ini contoh-contoh yang ingin dilakukan pak Presiden ke daerah-daerah yang tertinggal seperti ini,”papparnya.
Kendati begitu, Menteri Budi juga memuji pesanan dan keberhasilan RSUD Sanana di bawah pimpinan Bupati Fifian Adeningsi Mus.
Tak hanya itu, Menteri Budi juga membeberkan penyakit penyumbang kematian paling tinggi di Indonesia. Pertama, struk, kedua serangan Jantung, ketiga, Kangker, ke empat Ginjal dan ke lima, Ibu dan anak.
“Struk itu yang berakhir pada kematian di Indonesia sebanyak 300 ribu kasus per tahun di Indonesia, 255 kasus serangan jantung, ke tiga kanker, ke empat ginjal dan ke lima kasus kematian ibu dan anak sebanyak kurang lebih 100 ribuan. Kasus kematian Ibu dan anak di Indonesia per tahun itu sekitar 7 ribu ibuibu, “bebernya.
Untuk itu, sesuai perintah Presiden Prabowo, semua alat kebutuhan kesehatan harus dilengkapi.
“Kalau struk dibutuhkan CT Scan akan dikasih dan alat lainnya, akan dikasih, “pungkasnya. (gun).








Komentar