MALUTSATU,TERNATE-Malut United membangun akademi sepak bola jangka panjang berstandar internasional di Maluku Utara dengan menggandeng klub Portugal, Benfica, guna mencetak talenta lokal berdaya saing tinggi. Malut United FC memiliki ekspektasi dalam 7-10 tahun ke depan, akan ada anak-anak Maluku Utara dan Maluku yang bermain di kompetisi Eropa di bawah bimbingan Akademi Benfica.
“Di training camp disiapkan fasilitas lengkap, mulai dari asrama hingga ruang belajar. Anak-anak tidak hanya dilatih secara teknik sepak bola, tetapi juga tetap mendapatkan pendidikan formal dan mendatangkan tim kepelatihan dari klub asal Portugal, SL Benfica, Klub yang berbasis di Lisboa, Portugal,” kata Direktur Utama PT Malut Maju Sejahtera (Badan Hukum Malut United), Dirk Soplanit saat peresmian Traninig Camp Malut United di Ternate, Senin 23 Maret 2026.
Lebih lanjut, Dirk menjelaskan, akademi Malut United akan diselenggarakan melalui kerja sama internasional dengan klub asal Portugal, SL Benfica. Klub yang berbasis di Lisboa tersebut akan memberikan dukungan dalam bentuk metodologi pelatihan, sistem pembinaan, serta pendampingan teknis secara langsung.
Malut United FC telah menggandeng Akademi Benfica dari Portugal sebagai mitra profesional yang akan melatih pemain muda potensial di Maluku Utara. Tim pelatih Benfica akan datang dan menetap di Ternate sebagai bagian dari kerjasama berdurasi 5 tahun.
Menurutnya, kerja sama dengan Benfica menjadi langkah strategis untuk menghadirkan standar pelatihan sepak bola kelas dunia di Maluku Utara.
Berdasarkan penilaian CIES Football Observatory, Benfica pernah menempati peringkat pertama sebagai akademi unggulan dunia periode 2025–2026, mengungguli sejumlah klub besar lainnya seperti FC Barcelona, River Plate, Ajax Amsterdam, Sporting CP, Boca Juniors, dan Chelsea FC.
Akademi ini merupakan bagian dari visi besar pemilik Malut United, David Glenn dan Kenneth Jeheiskel, yang ingin mencetak pemain sepak bola profesional dari Maluku Utara hingga mampu bersaing di level nasional maupun internasional.
Dirk Soplanit, mengungkapkan bahwa pembangunan training camp Malut United tidak hanya difokuskan pada kebutuhan tim utama, tetapi juga sebagai pusat pengembangan talenta sepak bola usia dini melalui Akademi Sepak Bola Malut United.
Dirk menyebutkan bahwa fasilitas di training camp tersebut akan dilengkapi dengan berbagai sarana penunjang, termasuk mes atau asrama bagi peserta akademi serta ruang belajar. Fasilitas ini tidak hanya mendukung pelatihan sepak bola, tetapi juga menunjang pendidikan formal para peserta.
Tidak hanya fokus pada aspek olahraga, akademi ini juga akan menekankan pembentukan karakter, akhlak, dan moral peserta. Untuk itu, pihak Malut United telah menjalin komunikasi awal dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara terkait penyelenggaraan pendidikan berbasis asrama.
Dari sisi pendidikan – Akademi berencana untuk menggandeng Kanwil Kementerian Agama untuk mengkompilasi model Pesantren Sepakbola dengan basic education pada pelajaran bahasa Inggris, bahasa Arab, matematika dan pendidikan moral. Model yang sama serupa Sekolah Minggu juga akan dilakukan untuk anak-anak Kristiani.
“Konsep pendidikan tersebut direncanakan berbentuk pesantren bagi peserta Muslim, serta sistem pendidikan yang akan disesuaikan bagi peserta beragama Kristen,” ujar Dirk.
Sejatihnya, peluncuran resmi Akademi Sepak Bola Malut United sebelumnya direncanakan pada 7 Maret 2026 di Stadion Gelora Kie Raha dihadiri oleh para Direktur dari Benfica, namun harus ditunda akibat kendala penerbangan internasional yang dipengaruhi situasi geopolitik global. (red)






Komentar