MALUTSATU,TERNATE-Malut United membangun akademi sepak bola jangka panjang berstandar internasional di Maluku Utara dengan menggandeng klub Portugal, Benfica, guna mencetak talenta lokal berdaya saing tinggi di tingkat internasional.
Program ini berfokus pada pembinaan usia dini (7-9 tahun) dengan prioritas 70 peserta dengan prioritas anak-anak yatim piatu maupun mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Peresmian Training Camp yang berlokasi di Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Maluku Utara dilakukan oleh Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad), Letjen TNI. M. Saleh Mustafa, Senin, 23 Maret 2026.
Letjen TNI Saleh Mustafa selaku pembina Malut United mengakui, Malut United merupakan salah satu tim muda terus berkembang karena pengembangan pembinaannya sangat terstruktur yang tidak hanya terfokus pada sepakbola senior tapi sampai pada anak usia dini.
Dengan kehadiran Training Camp Saleh Mustafa mengaku, semua pemuda memiliki kesempatan yang sama untuk memajukan Maluku Utara melalui olahraga sepakbola kedepan yang lebih baik. “Kita berharap Maluku Utara bisa menjadi cahaya dari timur dengan semangat Marimoi Ngeno Futuru (Bersatu Kita Kuat),” ujar Letjen TNI Saleh Mustafa yang juga sebagai putera asli Ternate, Maluku Utara.
Peresmian Training Camp ini, ditandai dengan pemotongan pita serta pemberian tali asih dari Malut United kepada puluhan anak yatim piatu yang disaksikan langsung Sultan Ternate Hidayatullah Mudaffar Syah, Sultan Tidore Husain Alting dan serta Wakapolda Maluku Utara, Danrem Baabullah serta Sekretaris Daerah Ternate.
Sementara itu, Direktur Utama PT Malut Maju Sejahtera (MMS), Dirk Soplanit, mengatakan pembangunan fasilitas ini dimulai sejak peletakan batu pertama pada 1 Mei 2025. Dimana trainig camp memiliki dua lapangan latihan yang tersedia masing-masing berukuran 72 x 110 meter dan 48 x 104 meter.
Selain itu, tersedia 22 kamar mess untuk pemain dan ofisial, serta 14 unit rumah tinggal bagi pemain asing beserta keluarganya.
Dirk Soplanit menyebut, fasilitas pendukung lainnya juga disiapkan, seperti gedung gymnasium, musala, mess karyawan, hingga dapur khusus yang dikelola chef untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pemain.
Kawasan markas latihan ini juga dirancang nyaman dan asri. Seluruh akses jalan telah diaspal hotmix dan dilengkapi penghijauan di sekitar area.
Dirk menambahkan, ke depan fasilitas ini akan terus dikembangkan, termasuk penyediaan asrama dan ruang belajar bagi peserta akademi.
“Fasilitas ini tidak hanya mendukung sepak bola, tetapi juga pendidikan formal para pemain muda,” jelasnya. (red)








Komentar