oleh

Pihak SPBU Minta Penertiban Pengisian Gunakan Tengki Modifikasi

SANANA-Pihak Satuan Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sanana Kepulauan Sula kewalahan mengatasi pengisian BBM yang menggunakan motor yang tangkinya telah dimodifikasi.

Tak jarang terjadi aksi kekerasan terhadap petugas SPBU jika saja masih melarang penggunaan tangki modifikasi oleh oknum-oknum yang menggunakan motor tersebut. Oknum nakal tersebut yang menggunakan motor gede dan mobil dengan sehari kurang lebih tiga kali mengisi BBM dan dijual kembali kepada pengecer.

Untuk itu, pihak SPBU Sanana meminta Dinas Perdagangan Perindustrian Koprasi dan UKM Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Kabupaten Sula, agar sama-sama menertibkan oknum nakal mengisi BBM subsidi jenis partalite.

“Kita sebagai pihak SPBU terus melarang mereka, bahkan kendaraan mereka juga kami foto. Tapi mereka balik dengan motor yang berbeda. Jadi kalau tidak diisi maka akan jadi berkelahi,”ungkap Admin SPBU Sanana Syahbudin Abdul Latif kepada malutsatu.com, Senin (4/7/2022)

Dia mengatakan sering terjadinya kekosongan BBM subsidi di SPBU Sanana, salah satu penyebabnya karena ada oknum-oknum yang membeli BBM menggunakan motor gede dan mobil untuk dijual kembali ke pengecer.

“Selama masih ada oknum-oknum yang membeli BBM Subsidi menggunakan motor gede maupun menggunakan mobil untuk dijual kembali. Itu jangankan kuota 15 KL, 100 KL pun habis dalam sehari. Oknum ini mereka membeli BBM dalam sehari itu, tiga kali mereka bolak balik,”kata Syahbudin.

Syahbudin mengakui, bahwa modus tersebut telah diawasi. Namun hal itu sia-sia kerena berbagai macam cara mereka lakukan untuk mengisi BBM. “ketika kita melarang motor, mereka datang kembali dengan mobil modifikasi,”katanya.

Untuk itu, Syahbudin berharap agar Disperindagkop-UKM Kabupaten Sula untuk sama-sama menertibkan. Oknum yang sering membeli BBM jenis Pertalite mengunakan motor gede dan dijual kembali di kios-kios kecil.

“Karena ada informasi bahwa SPBU lagi bermain BBM makanya saya minta dari Pemerintah Daerah, untuk sama-sama dengan pihak SPBU melakukan pengawasan bersama-sama. Karena kalau kita saja tentu itu, kita tidak mampu,”harapnya. (mit)

Bagikan

Komentar