oleh

Pemdes Pohea Biking Program Kursus Komputer dan Bahasa Inggris Bagi Anak

SANANA-Pentingnya pengetahuan dan ketrampilang bagi kalangan usia dini atau anak-anak, untuk lebih mengenal ilmu dan teknologi dalam menjemput era digital. Kita dituntut berbenah dan berubah dengan cerdas dalam artian dapat menginterprestasikan diri dengan terus belajar terutama Bahasa Inggris.

Selain itu, tak dapat kita pungkiri bahwa semua perangkat aplikasi pembelajaran digital menggunakan perintah Bahasa Inggris maka mau tidak mau kita harus berubah demi sebuah tujuan menuju Sumber Daya Manusia yang memiliki kemampuan berbahasa inggris guna bekal melewati tantangan berat di era pendidikan saat ini.

Melihat hal itu, Pemerintah Desa (Pemdes) Pohea Kecamatan Sanana Utara Kabupaten Kepuluan Sula, menginisiasi program kursus bahasa Inggris dan Komputer Kepada 100 orang anak di Desa Pohea.

Program kursus ini, untuk memantapkan pengetahuan anak-anak di Desa Pohea agar bisa berbahasa Inggris dan Komputer saat melanjutkan pendidikan SMA maupun perguruan tinggi.

Kepala Desa Pohea Rudi Duwila mengatakan, program yang di inisiatif oleh pemerintah anak-anak di Desa dalam menguasai bahasa Inggris dan Komputer. “Jadi tujuan dari kegiatan ini, salah satunya untuk membantu masyarakat di desa khususnya di bidang pendidikan,”kata Rudi kepada malutsatu.com, Kamis (27/10/2022)

Selain itu, Rudi juga menjelaskan untuk tenaga pendidik bahasa Inggris maupun Komputer adalah generasi muda Desa Pohea yang telah memiliki basic ilmu di bidang bahasa Inggris dan Komputer.

“Kegiatan kursus selama 3 Bulan. Tenaga pengajar adalah adik-adik Pemuda desa Pohea yang sudah selesai studi S1 dan memiliki kompetensi, kami Pemerintah Desa Pohea anggarkan Kegiatan untuk mereka bisa mengaplikasikan ilmu pengetahuannya ke anak anak,”jelas Rudi.

Rudi bilang meskipun program ini merupakan langkah awal dari pemerintah Desa Pohea, namun anak-anak yang ikut kursus bahasa Inggris dan komputer sudah mencapai puluhan anak.

“Jadi, langkah awal tahun ini untuk kursus bahasa Inggris sudah berjumlah 50 anak. Sedangkan kursus komputer juga 50 anak. Alhamdulillah program yang kami mendapatkan antusias dari warga dengan harapan kegiatan ini harus berlanjut,”tutupnya. (mit)

Bagikan

Komentar