oleh

Sultan Tidore Ajak Semua Kalangan Selamatkan Maluku Utara

MALUTSATU,TERNATE-Perkembangan pembangunan Provinsi Maluku Utara masih jauh tertinggal dengan provinsi lain di Indonesia. Padahal hampir memasuki 25 tahun Maluku Utara berstatus sebagai provinsi.

Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, dan perubahan Maluku Utara akan terwujud dibutuhkan peran semua kalangan terutama komponen masyarakat yang berada d bumi Jazirah Al Mulk.

Hal itu disampaikan Sultan Tidore H.Husain Alting Sjah dalam keteranganya kepada sejumlah wartawan, pada Minggu 19 Mei 2024.

Menurutnya, Maluku Utara yang hampir memasuki usia 25 tahun masih jauh tertinggal dibandingkan dengan provinsi lain terutama provinsi yang dimekarkan bersamaan Maluku Utara.

Husain menegaskan, menyelamatkan Maluku Utara harus dimulai dari niat yang baik. Dan niat baik itu harus ditunjukan dari diri kita sendiri sebelum orang lain.

Bakal calon Gubernur Maluku Utara mendatang, mengajak semua orang, terutama yang paling penting adalah keluarga dan kerabat dekatnya untuk memperbaiki diri sebagimana kata Rasulullah, Ibda’ binafsik tsumma man ta’ulu (memulai-lah dari diri sendiri).

Kata Husain Sjah, masyarakat yang mendiami Maluku Utara adalah masyarakat yang beragama. Baik yang beragama Islam, Kristen Protestan maupun Katolik. Agama ini mengajarkan untuk bagaimana menjadi orang baik, beradab, dan mengatur sistem secara baik.

“Kita berharap kebaikan pada orang lain. Tapi kalau diri kita tidak baik, bagaimana orang lain bisa jadi lebih baik,”sebut Husain Sjah.

Maka cita-cita pertama, kata Sultan Husain adalah menunaikan kebaikan untuk diri kita. Menuaikan kebaikan itu bukan memperkaya diri kita. Yang paling utama sekali di situ. Ini terutama berkaitan dengan moral.

“Moral itu penting diatur agar jangan sampai terkesan ingin jadi pejabat, seperti bupati, wali kota, dan gubenur, atau memegang jabatan apa pun juga, mengutamakan materi di atas segala-galanya. Itu kan salah,”katanya.

Sultan Tidore Husain Alting Sjah mengajak semua umat beragama dan latar belakang suku di Provinsi Maluku Utara untuk campur tangan memperbaiki dan menyelamatkan Maluku Utara.

Menurutnya, setelah memperbaiki niat, barulah memulai langkah untuk memperbaiki hal lain, seperti mengatur pendidikan yang baik, pelayanan kesehatan yang baik, dan infrastruktur yang tertata dengan baik. (red)

Bagikan

Komentar