oleh

Kekayaan Terbesar Maluku Utara Sejarah Kebudayaan Bukan Emas dan Nikel

MALUTSATU-Anggota Dewan Perwakilan daerah Repuublik Indoensia (DPD RI) asal Maluku Utara, Hasby Yusuf menegaskan, kekayaan terbesar Maluku Utara bukan emas dan nikel tetapi kebudayaan.

Hasby meminta perhatian khusus pemerintah pusat untuk Pengembangan Kebudayaan di Maluku Utara, di Jakarta, Selasa 6 Mei 2025. Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja Komite III DPD RI bersma Fadli Zon Menteri Kebudayaan Republik Indonesia.

“Negeri jazirahtul mulk tidak hanya memiliki panorama alam yang memukau tetapi juga memiliki jejak Kebudayaan yang luar biasa. Sayangnya sejarah dan Kebudayaan Maluku Utara belum mendapatkan perhatian yang proporsional, bahkan yang dikenal hanya tambang Emas dan Nikel,”katanya.

Ternate, Tidore, Bacan, Jailolo kata Hasby Yusuf merupakan salah satu Kesultanan tertua di Timur Indonesia Timur, dengan jejak sejarah dan warisan Kebudayaan yang besar.

Ternate dan Tidore misalnya, pada punya peran besar dalam sejarah bangsa ini. Tidore pernah menjadi ibukota Provinsi Perjuangan Irian barat dan memiliki jejak kekuasaan hingga Papua dan Maluku. Bahkan titik nol rempah juga berada di Tidore.

“Ternate pernah menjadi ibukota pertama hindia Belanda, Bandar internasional dalam jalur rempah dunia. Bahkan Ternate adalah tempat lahirnya surat bersejarah “Letter From Ternate” Wallacea kepada Darwin yg kelak melahirkan teori evolusi yang melegenda hingga kini,”ungkapnya.

Tetapi kata Hasby Yusuf, semua sejarah & Kebudayaan besar negeri ini tersapu oleh hegemonik pusat kekuasaan yang selalu memandang Indonesia dalam perpektif yang sangat Jawa sentris.

“Akhirnya Tidore, Ternate dan Wilayah Timur hanya dipandang sekedar wilayah pinggiran (peripheral) dan ekploaitasi sumberdaya alam,”kata senator asal Maluku Utara itu.

Watak dasar kekuasaan yang sentralistik adalah dominasi dan eliminasi, lanjutnya pada akhirnya warisan sejarah dan Kebudayaan tak lagi dilihat sebagai kekayaan bangsa. Padahal kata dia, kekuatan dan kejayaan suatu bangsa bergantung pada bagaimana bangsa itu merawat memori sejarah dan akar kebudayaan.

“Inilah menurut saya salah satu sebab kemunduran kita sebagai bangsa,”sebut Hasby Yusuf seraya menambahkan Indonesia Emas tahun 2045, harus dimaknai tak sekedar gagasan tetapi dengan usaha sadar untk mengembalikan memori dan spirit Kebudayaan.

Hasby juga memberikan apresiasi terhadap Pemerintahan Prabowo yang telah melakukan langkah bersejarah dengan membentuk Kementerian Kebudayaan. Ini untuk pertama kalinya kata Hasby dalam sejarah Kementerian Kebudayaan dibentuk, dimana sebelumnya Kebudayaan hanya menjadi subsektor pd Kementerian tertentu. (red)

Bagikan

Komentar