oleh

Jelang BRI Super League, Polri Akan Lakukan Risk Assement GKR

MALUTSATU-Perwakilan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah meninjau Stadion Gelora Kie Raha yang menjadi venue pertandingan kandang Malut United pada BRI Super League musim 2025/2026.

Wakil Manager Malut United, Asghar Saleh mengatakan, perwakilan PSSI dan PT LIB mengecek seluruh fasilitas dan kelengkapan stadion, mulai dari kamar ganti hingga akses media peliputan.

Dari hasil pengecekan, berdasarkan laporan Panitia Pelaksana kata Asghar Saleh, ada beberapa catatan yang diberikan kepada Malut United, dalam hal ini pengelola Stadion GKR. “Ada beberapa catatan yang memang harus kami lengkapi,” kata Asghar Saleh.

Dalam catatan yang harus diperbaiki diantaranya, lampu stadion yang harus dilakukan ruang House Brokers (HB) harus diperbesar. Selain itu pencahayaan lampu stadion yang masih perlu aiming agar pencahayaan lebih focus ke lapangan.

Seperti diketahui Stadion Gelora Kie Raha telah memenuhi standar kuat cahaya lampu yang dipatok Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Federation Internationale de Football Association (FIFA).

Berdasarkan hasil uji coba lampu yang dilakukan konsultan di Stadion Kie  Raha Ternate ini terukur lux level average ketemu angka 1.700 lux. Padahal, standar PSSI maupun FIFA rata-rata sudut kuat cahaya lampu sorot itu sebesar 1.300 lux.

“Untuk lampu GKR sudah layak hanya saja dalam beberapa bulan ini tidak digunakan bisa saja telah terjadi pergeseran karena angina tau lainnya. Dan kita telah menggunakan konsultan untuk melakukan aiming,”sebut Asghar Saleh.

Menurut Asghar Saleh, GKR tinggal risk assement resiko yang akan dilakukan Polri, dan untuk risk assement kedua ini akan dilakukan Polda Maluku Utara terkait aspek keamanan dan kenyamanan dalam penyelenggaran nanti.

“Penilaian risiko membantu memastikan kelancaran dan ketertiban jalannya pertandingan, termasuk pengelolaan penonton, lalu lintas, dan situasi darurat”, kata Asghar Saleh. (red)

Bagikan

Komentar