MALUTSATU,TERNATE-Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatat inflasi Year on Year (y-on-y) pada Oktober 2026 sebesar 6,18 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 115,51.
Hal tersebut disampaikan Plt Kepala BPS Provinsi Maluku Utara, Harim Arrosid, SST., M.Si. dalam rilis Berita Resmi Statistik, Senin (2/11/2026).
“Pada Oktober 2026 terjadi inflasi Year on Year Provinsi Maluku Utara sebesar 6,18 persen dengan IHK sebesar 115,51. Inflasi di Kota Ternate sebesar 6,09 persen dan di Kabupaten Halmahera Tengah sebesar 6,50 persen,” ujar Harim.
Menurut Harim, secara bulanan inflasi Month to Month (m-to-m) Maluku Utara pada Oktober 2026 sebesar 0,71 persen.
Sementara inflasi Year to Date (y-to-d) Oktober 2026 terhadap Desember 2025 mencapai 4,93 persen.
Ia menjelaskan, inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan indeks pada 10 kelompok pengeluaran, dengan kenaikan tertinggi pada kelompok transportasi 14,70 persen dan makanan, minuman dan tembakau 10,46 persen.
“Kemudian kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 4,65 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya 4,36 persen, rekreasi, olahraga dan budaya 3,76 persen, pakaian dan alas kaki 2,12 persen, perlengkapan rumah tangga 1,62 persen, kesehatan 1,62 persen, perumahan 0,80 persen, serta informasi dan komunikasi 0,23 persen. Sementara kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan indeks,” jelas Harim.
Harim menambahkan, komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y antara lain cabai rawit, tarif angkutan udara, bensin, cabai merah, ikan cakalang, pisang, emas perhiasan, ikan selar/tude, ketimun dan tomat.
Sementara komoditas penahan inflasi di antaranya tarif angkutan laut, bawang merah, kangkung, bayam dan telur ayam ras.
“Untuk inflasi m-to-m, komoditas dominan penyumbang inflasi antara lain tomat, tarif angkutan udara, cabai merah, cabai rawit dan ketimun. Sedangkan penyumbang deflasi m-to-m antara lain ikan malalugis, ikan kembung, kangkung dan ikan tuna,” tutup Harim. (red)










Komentar